Fotografi digital memberikan konsekuensi baru bagi para fotografer. Semakin banyak terjadi kasus saling claim antar fotografer atas sebuah karya foto digital, seperti yang dialami oleh Rebekka yang foto miliknya muncul disitus iStockphoto. Banyak Baru-baru ini produsen kamera digital Canon mendaftarkan hak paten atas penemuan teknologi Iris Watermarking pada kamera digital. Teknologi tersebut memungkinkan seorang fotografer membuktikan secara otentik bahwa sebuah foto merupakan karyanya.
Sebelum melakukan pengambilan gambar, fotografer harus memasukan terlebih dahulu informasi biologis yang ada pada mata dibagian iris. Caranya dengan memilih menu REG, meletakan mata pada kamera (viewfinder) seperti akan mengambil gambar dan menekan tombol (shutter button), kemudian kamera akan merekam informasi pada iris. Sebuah kamera dapat merekam informasi iris milik 5 orang fotografer berbeda.
Teknologi ini juga akan membantu bagian forensik kepolisian untuk membuktikan bahwa gambar foto digital yang digunakan sebagai pembuktian kasus kejahatan bukanlah sebuah rekaan. Sebelum Canon menemukan teknologi Iris Watermarking, beberapa kamera digital profesional sudah memanfaatkan teknik one-way encryption guna memastikan integritas informasi metadata pada sebuah gambar. Penggabungan teknologi terbaru milik Canon dengan penggunaan one-way encryption akan menjadikan informasi metada tidak bisa dirubah dengan amat mudah seperti pada kamera biasa.
Sumber : Disini
No comments:
Post a Comment